Ulasan ringan seputar kota Medan

Indonesia Melek Media (IMMEDIA) Lahir Sebagai Gerakan Masyarakat Peduli Media Literasi

Created. Wed, 29 Mar 2017 10:22:33
Comment(s). 0

Indonesia Melek Media (IMMEDIA) Lahir Sebagai Gerakan Masyarakat Peduli Media Literasi

Pada tanggal 25 Maret 2017 lalu secara resmi komunitas Indonesia Melek Media (IMMEDIA) di luncurkan dan diperkenalkan kepada media dan publik. Pada acara launching komunitas ini, turut pula diundang tokoh-tokoh media literasi Sumatera Utara serta Lembaga kajian media dan advokasi dari Jakarta REMOTIVI sebagai pemateri Talkshow yang diadakan di acara tersebut. Pemateri tersebut adalah Dra, Mazdalifah, PhD selaku dosen Ilmu Komunikasi FISIP USU dan juga aktivis pergerakan di bidang sosial YP2M (Yayasan Untuk Perempuan Perkotaan Medan) yang juga merupakan pembina IMMEDIA. Selanjutnya ada Muhammad Heychael selaku direktur Remotivi dan dosen Ilmu Komunikasi Universitas Multimedia Nusantara dengan dipandu oleh Faridan Hanim selaku moderator.

Rizki Ramadhani Nst sebagai Ketua Umum IMMEDIA menyampaikan “Kami hadir untuk mengisi kekosongan pergerakan literasi media di tengah-tengah masyarakat, bukan untuk merubah secara secara paksa tapi untuk memfasilitasi hak mereka sebagai warga negara yang dijamin oleh Undang-undang untuk dapat mengakses informasi yang baik dan bermanfaat”. Dalam kesempatan yang sama Rizki menambahkan bahwa keputusan berubah atau tidaknya ada di tangan masyarakat, untuk itu dalam setiap aksi, mereka menjadikan masyarakat sebagai subjek perubahan bukan hanya objek.

Foto Bersama Komunitas IMMEDIAFoto Bersama Komunitas IMMEDIA

Bertempat di Hotel Grand Darussalam, Hall Mawaddah, acara berlangsung dengan khidmat diiringi oleh do’a dan kata sambutan oleh ketua panitia serta perkenalan IMMEDIA oleh Rizki Ramadhani Nasution selaku Founder IMMEDIA, dan hiburan monolog puisi oleh Nasution Rizky dari Medan Heritage, mengangkat tema potret kehidupan anak masa kini yang tercebur ke arus penggunaan media yang salah. Berlanjut ke Talkshow selanjutnya IMMEDIA mengisi acara dengan rangkaian hiburan menarik serta FGD untuk menggiring para peserta agar paham dan peka terkait isu melek media yang menjadi tujuan utama pendirian IMMEDIA di masyarakat.

“Masih banyak tayangan televisi yang tidak baik mengisi layar kaca Indonesia. Tayangan bermuatan kekerasan, pornografi, dan syarat akan kepentingan politik sudah jamak hadir di tengah-tengah ruang publik dan sayangnya itu semua sudah jadi hal yang biasa. Padahal mengacu pada Undang-Undang penyiaran Nomor 32 Tahun 2002 itu sudah jelas salah, belum lagi tayangan-tayangan tersebut malah muncul di waktu Prime Time yang turut pula di saksikan oleh anak-anak . Ini jelas sangat berbahaya.” Jelas Heychael.

Mengangkat tema Right For Millenial Era, IMMEDIA mengajak para masyarakat untuk sadar akan hak-haknya dalam menerima informasi yang benar tanpa hoax, serta mendapatkan hiburan yang sehat tanpa dihantui oleh efek buruk dan mampu memilah media yang layak atau tidak untuk dikonsumsi sebagai sumber informasi dan hiburan harian mereka.

Muhammad Heychael, Direktur Remotivi berharap kegiatan seperti ini terus tumbuh dalam masyarakat mengingat yang terdampak paling besar dalam penyalahgunaan frekuensi publik adalah masyarakat sendiri. Rencananya, Remotivi juga akan menyelanggarakan diskusi publik yang sama di Universitas Sumatera Utara bertempat di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik. (DS/RRS/IMMEDIA)

Comment(s)

Email *
Fullname *
Phone / Mobile *
Company / Website
Comment *
Validation Code
Verify Validation Code
Verify Validation Code *
 
Load time : 0 Sec(s)